Sedangkan orang yang diduga dianiaya oleh oknum prajurit TNI AD adalah seorang bernama Definus Kogoya. Dia diduga dianiaya ketika berhasil meloloskan diri, tetapi juga berhasil ditangkap oleh pasukan di daerah Gome.

“Dia ini juga satu kelompok dengan mereka, di sinilah mereka melakukan penganiayaan,” ucap dia.

Belakangan diketahui bahwa oknum prajurit yang melakukan kekerasan itu berasal dari satuan Yonif Raider 300/Bjw. Diduga ada 13 oknum prajurit yang terlibat dalam aksi tersebut.

Walaupun begitu, dia memastikan orang yang dianiaya itu telah dilarikan ke fasilitas kesehatan di wilayah itu dan saat ini sudah dalam kondisi yang baik-baik saja. Orang itu pun, kata dia, telah dikembalikan ke keluarganya.

Sebelumnya, TNI telah menyelidiki isi video berisi rekaman penganiayaan terhadap seorang pria yang diduga oleh prajurit TNI di Papua.

Tayangan itu, yang viral di media sosial dalam 24 jam terakhir, menampilkan aksi sejumlah pria, salah satunya diduga prajurit, bergantian memukuli dan menganiaya seorang pria yang dalam keadaan terikat dan luka-luka berdiri di dalam drum.

Dalam tayangan itu, salah satu pelaku diduga prajurit TNI karena dia mengenakan kaus yang kemungkinan merujuk pada nama satuan, yaitu Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 300/Brajawijaya.

Tulisan “300” yang berwarna kuning keemasan tercetak cukup jelas di bagian dada kaus berwarna hijau khas Angkatan Darat.